golden pheasant

Mengenal Tentang Ayam Golden Pheasant Yang Sedang Populer Di Indonesia

Golden Pheasant adalah salah satu jenis ayam hias cantik berwarna-warni yang termasuk dalam keluarga Phasianidae. Ayam hias ini juga memiliki beberapa sebutan seperti Ayam China, ayam pegar emas juga ayam tibet. Habitat asli burung atau ayam hias ini ada di hutan pegunungan di Cina barat, bagian dari Eropa barat, Amerika Utara, Amerika Selatan, Kepulauan Falkland, Australia, dan Selandia Baru.

Golden Pheasant Jantan dewasa memiliki bulu jambul berwarna emas, jambul itulah yang akhirnya menjadi asal nama genus dari khrusolophos yang berarti “jambul emas,” . Bulu bagian belakangnya juga berwarna keemasan, dan wajah dan leher mereka juga ditutupi oleh jubah berwarna oranye dan bulu hitam, hanya menyisakan mata kuning dan paruhnya yang terlihat. Dibagian punggung atas terdapat bulu berwarna hijau laut mengkilat serta bulu sayap berwarna biru. Sedangkan bagian tubuh lainnya cenderung dominan berwarna merah tua sedangkan bagian ekor terdapat bulu panjang berwarna coklat dengan bintik-bintik hitam. Ukuran tubuh golden pheasant jantan bisa mencapai panjang 35 hingga 41 inchi dimana ekornya sendiri merupakan dua pertiga bagian dari keseluruhan ukuran tubuhnya. Berat tubuhnya bisa mencapai 630gram pada burung dewasa. Sedangkan golden pheasant betina memiliki warna coklat pucat hingga coklat tua.

Burung ini merupakan burung yang pemalu, ia akan bersembunyi di hutan yang dipenuhi tetumbuhan pada siang hari serta bertengger di dahan pohon yang tinggi pada malam hari. Meskipun memiliki kemampuan untuk terbang namun golden pheasant biasa mencarai makanan di tanah, oleh karena itu ia juga disebut sebagai ayam, karena aktifitas siang harinya kebanyakan di tanah. Burung ini termasuk hewan omnivora, ia biasa memakan akar, daun daunan, biji-bijian, bunga, buah, beri, serangga dan belatung.

Golden pheasant jantan merayu betinanya dengan cara mengembangkan sayapnya dan mengeluarkan suara “chack -chack” dan juga mendesis pada saat musim kawin. Dia juga akan mengembangkan bulu yang mirip jubahnya di bagian kepalanya. Di habitat asli biasanya setelah kawin, betina membuat sarang di tanah yang dikelilingi oleh vegetasi lebat dan menggali lobang dangkal yang ia lingkari dengan bahan tanaman. Masa inkubasi telur golden pheasant biasanya berkisar selama 22 hingga 23 hari.

Di habitat aslinya dihutan, golden pheasant hidup antara 5 hingga 6 tahun, akan tetapi didalam penangkaran ia bisa hidup antara 15 hingga 20 tahun. Jika anda tertarik dengan ayam golden pheasant yang berasal dari penangkaran bisa menghubungi kami melalui instagram @bakulpitiks atau bisa sekedar mengenal beberapa jenis ayam pheasant dengan subscribe di channel youtube kami Bakulpitiks.

__Posted on
January 17, 2020
__Categories
Artikel, Ayam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *