ringneck pheasant jantan

Mengenal Ayam Hias Ringneck Pheasant Secara Lengkap

Salah satu jenis Ayam pegar yang bakulpitiks akan bahas kali ini adalah jenis Ringneck Pheasant atau sering disebut juga pegar kalung. Ringneck Pheasant adalah jenis burung yang masuk dalam keluarga pheasant (Phasianidae). Memiliki nama ilmiah Phasianus colchicus. Nama genus pheasant berasal dari bahasa Latin phasianus. Nama spesies colchicus adalah bahasa Latin untuk “of Colchis” (zaman modern Georgia), sebuah negara di Laut Hitam tempat burung ringneck pheasant dikenal oleh orang Eropa.

Habitat Ringneck Pheasant

Burung ringneck pheasant bisa kita temukan di hutan belukar , rawa-rawa yang berasal dari Cina dan Asia Timur. Akan tetapi mereka juga bisa ditemukan di beberapa belahan dunia lain termasuk Amerika Utara. Burung pegar kalung atau ringneck pheasant dapat hidup di hutan, padang rumput dan gurun hingga di ketinggian 11000 meter diatas permukaan laut. Akan tetapi ringneck pheasant cenderung lebih menyukai habitat tertentu untuk kegiatan tertentu. Di habitat aslinya biasanya mereka bertengger di pohon atau semak belukar yang lebat di musim semi dan musim panas, sedangkan pada musim gugur mereka memilih mencari tempat di padang rumput, lading pertanian dan hutan lahan basah. Di musim awal bersarang, mereka mencari perlindungan di sepanjang tepi jalan yang terdapat rerumputan, parit, serta lahan basah. Akan tetapi ketika musim vegetasi berkembang menjadi lebih tinggi dan lebih lebat, mereka berpindah sarang ke ladang jerami, khususnya alfalfa.

Kebiasaan Dan Tingkah Laku Ringneck Pheasant

Anakan ringneck pheasant dapat tumbuh dengan cepat dan sudah mulai bisa terbang setelah usia dua minggu. Mereka akan tetap Bersama dengan induk mereka hingga enam atau tujuh minggu. Mereka biasa hidup bergerombol dan berada ditanah untuk mencari makanan berupa biji-bijian, serangga kecil, dan kadang-kadang binatang kecil. Jarak terbang mereka hanyalah pendek, dan biasanya hanya untuk memnghindari serangan.

Makanan ringneck Pheasant

Pada habitat aslinya saat musim gugur dan musim dingin, pegar kalung makan biji-bijian, terutama biji-bijian dari lading pertanian, selain itu mereka juga memakan dedaunan, akar, buah-buahan, kacang-kacangan dan juga serangga.

Pada musim semi dan musim panas makanan yang mereka konsumsi tidak jauh berbeda akan tetapi lebih banyak porsi serangga dan tanaman hijau segar atau dedaunan.

Serangga yang mereka makan biasanya berupa ulat, kumbang, belalang, jangkrik, semut, keong dan cacing tanah. Mereka kadang juga memungut biji-bijian yang terdapat pada kotoran sapi di padang rumput. Pheasant ini biasa memperoleh sebagian besar makanan mereka dari tanah,dengan cara menggaruk atau menggali dengan paruh mereka. Mereka bisa menggali biji bijian atau akar hingga sedalam tiga inchi. Terkadang mencari makanan juga dari semak, pohon yang yang sedang berbuah dan kuncup daun.

Sedangkan untuk yang sudah ditangkarkan biasanya burung atau ayam ringneck pheasant ini diberi makan berupa voer AD 2 yang dicampur dengan jagung giling dan beras merah, namun untuk bisa memenuhi kebutuhan nutrisinya tetap perlu diberikan makana tambahan berupa buah-buahan, sayuran, dan juga serangga berupa jangkrik, ulat ataupun belalang beberapa hari sekali.

Bersarang serta penempatan sarang ayam ringneck pheasant

Mereka biasa membuat sarang diatas tanah yang dikelilingi oleh vegetasi tinggi disekitarnya. Betinanya biasanya menggali sendiri sarangnya dengan menggunakan paruhnya dengan kedalaman antara sepertiga inci hingga 3 Inchi. Untuk melapisi sarangnya mereka biasa menggunakan rumput, daun, ranting gulma, sekam jagung, atau bahkan bulu-bulu mereka sendiri yang sudah lepas. Diameter mangkuk sarang mereka biasa berdiameter 7 inci dengan ketinggian 2,8 inchi.

Ukuran Bentuk dan Jumlah Telur Ringneck Pheasant

Telur pegar kalung berwarna coklat zaitun hingga biru abu-abu dengan
ukuran Panjang sekitar 1,6-1,9 inchi (4,1-4,9 cm), sedangkan lebar telurnya 1,3-1,5 in (3,3-3,8 cm). Masa inkubasi sebelum menetas biasanya berkisar antara 23 hingga 28 hari. Setelah menetas mereka bisa langsung meninggalkan sarang dan bisa mencari makan sendiri.

NB: Semua informasi yang bakulpitiks sajikan dirangkum dari berbagai sumber. Dilarang mengkopi tulisan ini baik sebagian maupun secara keseluruhan tanpa ijin atau tanpa mencantumkan link website kami.

__Posted on
January 10, 2020
__Categories
Artikel, Ayam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *