ayam pheasant reeves pheasant

Pemberian Makan Ayam Pheasant

Tidak seperti ayam biasa dan beberapa jenis unggas lainnya, pheasant termasuk unggas yang memerlukan banyak protein. Strategi pemberian makan pada pheasant juga ditentukan apakah pheasant yang anda pelihara berasal dari penangkaran atau dari alam liar.

Pemberian Makanan Anakan Pheasant Hasil Penangkaran

Memberi makan unggas muda hasil penangkaran membutuhkan jenis makanan burung yang memiliki 30 persen protein dari awal penetasan hingga mencapai usia 6 minggu. Anda perlu memberi makan ransum “penumbuh” yang mengandung 19 persen protein untuk ayam pheasant yang berusia 6 minggu sampai mereka benar-benar dewasa. Makanan tersebut bisa berupa voer, jagung giling, beras merah , kacang hijau kacang tanah yang diberikan secara seling selang atau dicampur bersamaan. Kemudian diberikan makanan tambahan atau ekstra fooding berupa jangkrik, ulat kandang, ataupun ulat hongkong secara berkala beberapa hari sekali.

Pemberian makanan Pheasant Hasil Penangkaran Dewasa

Ayam indukan dewasa membutuhkan diet protein 20 persen. Burung dewasa yang tidak kawin hanya membutuhkan 12 persen protein dalam diet pemeliharaan sehari-hari.

Pemberian Makan Ayam Pheasant Hasil Tangkapan dari Alam Liar

Burung pegar atau ayam pheasant liar terbiasa untuk mencari makanan sendiri di alam liar. Selain memberikan makanan yang sesuai dengan porsinya, kita juga perlu menanam berbagai jenis tumbuhan yang memugkinkan ayam pheasant untuk memperoleh makanan secara alami. Tumbuhan-tumbuhan tersebut bisa berupa jagung, kacang tanah, kedelai, kacang mede, milet, gandum , kacang polong, semanggi, blackberry, dan lain sebagainya.

__Posted on
November 5, 2019
__Categories
Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *